Rabu, 26 Mei 2021

Warteg Pakde

Diposting oleh Coretannya Langit di 00.29

[Minggu, 8 Maret 2020]

Terakhir kali makan di sini, 2 tahun lalu,

aku pesen nasinya setengah porsi.

Tapi tetep aja, gak habis.

Seperti biasa dia akan bilang "Kebiasaan!".


Hari ini makan di sini lagi,

Pakde nya tetap sama, ramah.

Bukde nya tetap sama, sibuk di dapur.

Kalau mau minum tetap sama, ambil sendiri gelasnya di dapur.

Poster Liam neeson tetap, pada letak yang sama.

Perasaanku tetap, sama.


Bedanya,

Tidak ada tumis melinjo kesukaanku,

yang membuat dia tertawa ketika aku kegirangan melihatnya ada di deretan lauk-pauk.


Bedanya,

Sekarang aku menghabiskan 1 porsi nasi,

rasanya ingin menyombongkan diri, jika diberi kesempatan untuk bertemu lagi.

Hanya sekadar ingin mengatakan "Aku makan 1 porsi nasi, habis lho, tanpa sisa!"


Bedanya,

Sekarang aku makan sendirian.

________________________________________________________

Beberapa waktu kemudian aku makan di sana lagi. Hal yang aku inginkan dan aku takutkan muncul, memutar bola mata sambil memastikan suara yang tak asing. Astaga kenapa dia harus muncul lagi... bukannya dia sudah pergi jauh ke kota tetangga?

Dia sudah di datang. Mau sombong? Jangankan bersombong ria, dia sadar akan keberadaanku saja aku tidak ingin. Cukup sok kuatnya! Jika sebenarnya kau sangat payah!

0 komentar:

Posting Komentar

Rabu, 26 Mei 2021

Warteg Pakde

Diposting oleh Coretannya Langit di 00.29

[Minggu, 8 Maret 2020]

Terakhir kali makan di sini, 2 tahun lalu,

aku pesen nasinya setengah porsi.

Tapi tetep aja, gak habis.

Seperti biasa dia akan bilang "Kebiasaan!".


Hari ini makan di sini lagi,

Pakde nya tetap sama, ramah.

Bukde nya tetap sama, sibuk di dapur.

Kalau mau minum tetap sama, ambil sendiri gelasnya di dapur.

Poster Liam neeson tetap, pada letak yang sama.

Perasaanku tetap, sama.


Bedanya,

Tidak ada tumis melinjo kesukaanku,

yang membuat dia tertawa ketika aku kegirangan melihatnya ada di deretan lauk-pauk.


Bedanya,

Sekarang aku menghabiskan 1 porsi nasi,

rasanya ingin menyombongkan diri, jika diberi kesempatan untuk bertemu lagi.

Hanya sekadar ingin mengatakan "Aku makan 1 porsi nasi, habis lho, tanpa sisa!"


Bedanya,

Sekarang aku makan sendirian.

________________________________________________________

Beberapa waktu kemudian aku makan di sana lagi. Hal yang aku inginkan dan aku takutkan muncul, memutar bola mata sambil memastikan suara yang tak asing. Astaga kenapa dia harus muncul lagi... bukannya dia sudah pergi jauh ke kota tetangga?

Dia sudah di datang. Mau sombong? Jangankan bersombong ria, dia sadar akan keberadaanku saja aku tidak ingin. Cukup sok kuatnya! Jika sebenarnya kau sangat payah!

0 komentar on "Warteg Pakde"

Posting Komentar

 

Coretannya Langit Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea